Visi

Menjadi Program Studi Pendidikan Kimia unggul dalam bidang keilmuan kimia dan terapannya di tingkat nasional tahun 2023 yang Islami dan diridhoi Allah SWT.

Masing-masing kata ini bermakna:

  • Unggul:

Civitas akademika Program Studi Pendidikan Kimia FKIP UISU merupakan personal  yang terpercaya dan profesional di bidang keilmuan kimia yang ditunjukkan dengan kemampuan mengembangkan produk ilmu pengetahuan kimia, teknologi kimia yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran secara disiplin, mandiri, kreatif, inovatif, dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya sesuai dengan prosedur yang berlaku dan mampu bekerja dalam tim, bersikap jujur dan adil.

  • Islami:

Civitas akademika Program Studi Pendidikan Kimia FKIP UISU memiliki jiwa keislaman yang terwujud pada kepemilikan dan penerapan keilmuan kimia yang tinggi, yang bukan hanya melaksanakan ibadah sebagai penerapan Catur Dharma  (Pendidikan, Penelitian, Pengabdian Masyarakat dan Dakwah Islamiah) UISU, namun juga memiliki kepekaan sosial dan akhlak yang mulia.

  • Diridhoi Allah SWT:

Segala jenis kegiatan civitas akademika Program Studi Pendidikan Kimia FKIP UISU dilakukan dengan niat, berpikir, melihat, mendengar, berkata dan berperilaku sesuai dengan akhlakul karimah yang dilakukan secara konsisten sehingga Allah meridhoi aktivitas Program Studi.

Misi

  1. Menyelenggarakan pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat yang berkaitan dengan pendidikan kimia, ilmu dan terapan kimia, serta Dakwah Islamiyah secara profesional.

2. Melaksanakan sistem tata kelola prodi yang mencerminkan good governance berbasis teknologi dan sistem informasi.

3. Menjalin kerjasama dengan institusi pendidikan dalam dan luar negeri, instansi pemerintah, swasta, organisasi profesi, dan organisasi masyarakat (yang mengacu kepada keilmuan dan keterampilan masyarakat) guna pengembangan program studi.

Tujuan

  1. Menghasilkan Sarjana Pendidikan kimia yang Islami dan unggul dalam bidang keilmuan, pembelajaran, dan terapan serta mampu memberikan kontribusi yang baik dan benar kepada masyarakat sesuai dengan kompetensinya.
  2. Terlaksananya sistem tata kelola yang mencerminkan good governance dengan dukungan teknologi dan sistem informasi yang relevan.
  3. Terlaksananya kerjasama dengan institusi pendidikan dalam dan luar negeri, instansi pemerintah, swasta, organisasi profesi, dan organisasi masyarakat (yang mengacu kepada keilmuan dan keterampilan masyarakat) guna pengembangan program studi.

Untuk mencapai tujuan selanjutnya dirumuskan sasaran dan strategi pencapaian sebagai berikut:

Menghasilkan Sarjana Pendidikan kimia yang Islami dan unggul dalam bidang keilmuan dan terapan serta mampu memberikan kontribusi yang baik kepada masyarakat sesuai dengan kompetensinya.

Sasaran:

  1. Terselenggaranya proses pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, dan dakwah Islamiyah yang berkualitas.
  2. Menguasai keilmuan kimia guna merancang proses pembelajaran kimia menggunakan variasi model dan media pembelajaran.
  3. Mampu menghasilkan dan mengembangkan produk pangan dan pengolahan limbah yang bersertifikat dan teruji.
  4. Mampu membaca Al Qur’an.
  5. Mampu mempraktekkan fardhu kifayah janazah.
  6. Mampu menerapkan ajaran Islam dalam kehidupan bermasyarakat.
  7. Memiliki kemampuan berbahasa Inggris ditunjukkan dengan memiliki sertifikat.

Strategi:

  1. Meningkatkan kualifikasi Dosen dan Tenaga Kependidikan.
  2. Menetapkan standar pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, dan Dakwah Islamiyah.
  3. Meningkatkan mutu proses pendidikan dan sistem evaluasi.
  4. Menetapkan standar pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, dan Dakwah Islamiyah.
  5. Meningkatkan mutu proses pendidikan dan sistem evaluasi.
  6. Memfasilitasi pelatihan TOEFL serta menjadikan syarat sidang skripsi.
  7. Melaksanakan monitoring dan evaluasi serta survei kepuasan secara berkala.
  8. Melaksanakan penelitian, pengabdian masyarakat dan dakwah islamiyah berkaitan dengan pembelajaran kimia, teknologi pangan dan pengolahan limbah.
  9. Memfasilitasi pelatihan membaca Al Qur’an serta menjadikan kemampuan membaca Al Qur’an sebagai syarat sidang skripsi.
  10. Memfasilitasi pelatihan praktek fardhu kifayah sebagai keterampilan tambahan bagi mahasiswa yang beragama Islam. Memfasilitasi pembelajaran keilmuan dasar-dasar agama Islam, aqidah, ibadah, munakahat, muamalat serta Islam dan Ilmu Pendidikan yang dikemas dalam bentuk mata kuliah agama Islam yang dimulai dari semester I sampai dengan semester VI.

Terlaksananya sistem tata kelola yang mencerminkan good governance dengan dukungan teknologi dan sistem informasi yang relevan.

 Sasaran :

  1. Berlangsungnya tata kelola yang kredibel, transparan, akuntabel, bertanggung jawab dan adil.
  2. Berlangsungnya suasana akademik yang bernuansa Islami dan kondusif untuk pelaksanaan Catur Dharma.
  3. Berlangsungnya sistem penjaminan mutu yang berkelanjutan.
  4. Pemanfaatan teknologi dan sistem informasi dalam pelayanan akademik dan non akademik.

Strategi :

  1. Menetapkan kebijakan, pedoman, dan SOP untuk semua bidang yang terkait dengan tata kelola.
  2. Menetapkan kebijakan tentang suasana akademik, kode etik, dan standar dakwah Islamiyah.
  3. Melaksanakan sistem penjaminan mutu internal dan eksternal.
  4. Mengembangkan teknologi dan sistem informasi dalam pelayanan akademik secara terpadu.

Terlaksananya kerjasama dengan institusi pendidikan dalam dan luar negeri, instansi pemerintah, swasta, organisasi profesi, dan organisasi masyarakat (yang mengacu kepada keilmuan dan keterampilan masyarakat) guna pengembangan program studi.

Sasaran :

  1. Terjalinnya kerjasama untuk mendukung proses pendidikan, penelitian, dan Dakwah Islamiyah
  2. Terjalinnya kerjasama untuk mendukung pengembangan sumber daya.
  3. Terjalinnya kerjasama untuk diseminasi dan pemanfaatan produk secara ilmiah.
  4. Terjalinnya kerjasama untuk penempatan kerja untuk lulusan.

 

Strategi :

  1. Menjalin kerjasama dengan institusi dalam negeri termasuk instansi pemerintah dan swasta di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, Dakwah Islamiyah, pengembangan sumber daya, pemanfaatan produk ilmiah, dan penempatan kerja bagi lulusan.
  2. Menjalin kerjasama organisasi profesi, dan organisasi masyarakat (yang mengacu kepada keilmuan dan keterampilan masyarakat).